Badan adalah sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap.

Kewajiban setelah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah menghitung, membayar, dan melaporkan pajaknya yang dilakukan sendiri.

A. DAFTAR NPWP
B. menghitung pajak
Menghitung besaran pajak terutang sesuai dengan jenis pajak, tarif, dan aturan perpajakan  yang berlaku.  Jenis Pajak yang sering digunakan oleh WP Badan

Pemotongan atas penghasilan laba usaha sehubungan dengan pekerjaan atau usaha. Ini bagi Badan yang memilih untuk melakukan pembukuan

Pemotongan atas peredaran bruto tertentu sehubungan dengan usaha atau jasa

Pemotongan atas penghasilan yg dibayarkan kepada orang pribadi sehubungan dengan pekerjaan jabatan, jasa & kegiatan (biasanya untuk pembayaran karyawan, buruh, pegawai, dll)

Pemotongan atas penghasilan yg dibayarkan   berupa hadiah, bunga, deviden, sewa, royalty dan jasa-jasa lainnya selain Objek PPh Pasal 21

Pemotongan atas penghasilan yg dibayarkan sehubungan jasa tertentu & sumber tertentu (jasa konstruksi, sewa tanah/bangunan,pengalihan hak atas tanah/bangunan, hadiah undian dan lainnya)

Pemungutan atas pajak konsumsi yang dibayar sendiri sehubungan penyerahan Barang Kena Pajak & Jasa Kena Pajak. Khusus yang berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP)

Pembayaran atas pemanfaatan dokumen-dokumen tertentu (kuitansi, kontrak)

Pemotongan atas penghasilan WP tertentu (pelayaran, penerbangan, dll)

Pembayaran atas penghasilan kepada Wajib Pajak Luar Negeri

C. membayar pajak

Pembayaran pajak menggunakan ID Billing Pajak apapun jenis pajaknya ke Bank Persepsi atau kantor pos sebelum batas waktu pembayaran berakhir.

D. melaporkan pajak

Melaporkan besaran pajak yang telah dibayar setiap bulan dengan menggunakan Surat Pemberitahuan Masa (SPT Masa) dan pada setiap akhir tahun pajak dilaporkan SPT Tahunan. Pelaporan pajak menggunakan Surat Pemberitahuan (SPT) sesuai dengan jenis pajak yang berhubungan dengan jenis usaha wajib pajak badan. Pelaporan perpajakan tersebut dilaporkan ke KPP atau KP2KP. Untuk pelaporan PPh Pasal 25 dan PPh Pasal 4 (2) atas Omzet kurang dari 4,8 Milyar, apabila ada pembayaran (bukan nihil) maka tanggal pembayaran sebagai tanggal pelaporan.

I. Laporan Bulanan (Masa) menggunakan SPT Masa

  1. SPT Masa PPh Pasal 21/26 (Formulir 1721)
  2. SPT Masa PPh Pasal 25/29 menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP)/Pembayaran
  3. SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2)menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP)/Pembayaran
  4. SPT Masa PPN
  5. SPT Masa PPh Pasal 4 ayat (2)
  6. SPT Masa PPh Pasal 15
  7. SPT Masa PPh Pasal 23

II. Laporan Tahunan menggunakan SPT Tahunan PPh yaitu: SPT Tahunan PPh Badan

SANKSI ADMINISTRASI
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.
Tab Content